Follow Us @soratemplates

Senin, 29 Juni 2020

Membuat CV Menarik Dengan Mudah

08.36 0 Comments
Halooo
Kali ini aku mau share tentang hal yang bermanfaat nih, yaitu cara membuat cv. Cv sangat dibutuhkan ketika teman teman melamar pekerjaan. Untuk itu, buatlah cv secara menarik. Salah satu cara membuat cv secara menarik yakni melalui tools bernama canva.com. Canva adalah sebuat platform design grafis yang berguna untuk mendesign seperti cv, poster, bahkan untuk mendesign tempate postingan di intagram pun bisa. Tentunya tidak hanya itu saja, teman teman bisa mendesign apa saja di canva. Selamat mencoba ...

Berikut adalah langkah langkah untuk membuat cv melalui cava:
  1. Buka canva.com
  2. Buat akun (sign up) bisa pake facebook atau google. 
  3. Setelah berhasil membuat akun canva, silahkan klik pada search button. Lalu ketik resume.
  4. Setelah klik resume, teman teman akan menemukan banyak template cv. Silahkan pilih yang gratis jika teman teman tidak memiliki akun premium atau canvapro.
  5. Untuk mengetahui gratis tidaknya, teman teman bisa klik download button. Kalau tulisannya download, berarti templat tersebut gratis. Jika ada tulisannya pay and download, berarti harus membayar. Untuk membesarkan template agar mudah diedit, teman teman bisa klik ukuran zoom dibagian kiri bawah.
  6. Teman teman juga bisa menambahkan foto diri di cv tersebut loh. Dengan cara klik upload button pada kiri atas. Pilih foto, lalu open. Nanti foto akan terupload dan muncul di sebelah kiri.
  7. Setelah foto terupload, tinggal klik foto tersebut, lalu sesuaikan ukuran dan tempat.
  8. Untuk mengedit tulisan dari template, teman teman bisa langsung klik 2x pada tulisan tersebut.
  9. Teman teman juga bisa membuat gabungan kolom ataupun memisah kolom. Untuk menggabungkan kolom caranya, klik pada kolom yang akan dipisah --> ungrup (kanan atas). Sedangkan untuk menggabungkan kolom, silahkan tekan control pada keyboard --> klik kolom yang akan digabung --> group (kanan atas).
  10. Setelah selesai, klik download button pada kanan atas page. Selamat teman teman sudah mempunyai cv. 

Jumat, 01 Mei 2020

05.05 0 Comments

Salah jurusan?

Hello everyone, bukan everything ya hihi. Gimana kuliah onlinenya? Apakah ada yang sidang online? Haha semangat ya semua jangan bilang nilai jelek karena salah jurusan.

Berbicara tentang jurusan kuliah, apakah beberapa dari kalian memang merasa salah jurusan? Aku harap tidak. Kalaupun ada, kalian hanya perlu berusaha sedikit dengan menjadi rajin. Aku juga pernah merasakan ketidak nyamanan ketika memasuki perkuliahan. Bisa dibilang aku tidak terlalu menyukai jurusan yang telah aku ambil saat kuliah. Semua berawal ketika kelas 12 SMA, aku harus mencari cadangan jurusan di universitas swasta. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi jika aku tidak diterima SNMPTN. Ketika itu, berarti tahun 2015, aku sangat mendambakan menjadi seorang perawat. Aku sudah beberapa kali mendaftar di universitas swasta, sayangnya ada satu syarat yang membuatku tidak diterima, yakni tinggi badan. Tinggiku kurang sekitar 2 cm. Kemudian aku melakukan terapi tinggi badan beberapa minggu, yang mana seminggu dilakukan 3x terapi. Memang hasilnya sangat terlihat ketika selesai terapi. Naasnya, sehari kemudian tinggiku kembali seperti semula. Sedih bukan? Ohiya aku juga tertarik dengan bidang sastra Indonesia juga seni lukis. Sempat pengen masuk ISI, tapi aku sadar sih kemampuanku. Cukup menjadi hobi saja. Orangtuaku juga tidak setuju kalau misal aku mendaftar ke ISI maupun kuliah di jurusan sastra. Mereka menyarankan untuk mendaftar ke Sanata Dharma Yk jurusan PGSD . Tentu saja aku tidak berani menolak. Untuk itu, aku mendaftar jurusan pendidikan bahasa Inggris sebagai pilihan pertama, karena aku pikir tidak akan diterima. Lalu, aku memilih jurusan pendidikan biologi untuk pilihan ke 2 karena aku sangat suka belajar anatomi tubuh- hehe semua mahkluk hidup yaa. Jurusan PGSD aku letakkan sebagai pilihan ketiga karena memang tidak tertarik. Pada akhirnya aku diterima di jurusan PBI Universitas Sanata Dharma Yk karena SNMPTN pun sudah gagal. Aku diterima sebelum UN- berasa sombong dan paling keren. Hal tersebut membuatku tidak semangat ujian lagi. Ketika UN pun aku tidak belajar. Akhirnya nilai UN-ku terendah nomor 2 haha miris. Ketika aku merasa menjadi orang yang lumayan pintar (anak IPA) dan mendapat nilai UN sangatlah rendah, rasanya malu pada waktu pengumuman. Ketika aku ditanya kenapa ga belajar? Aku hanya menjawab karena nilai UN tidak berpengaruh. Singkat cerita aku masuk ke PBI walaupun sempat ditolak oleh orangtua. Disitulah aku merasa depresi. Pertama, ketika aku harus kos sendiri dengan uang yang minim (karena aku ga berani minta juga ga berani kerja, apalagi ngutang). Kedua, semua mata kuliah menggunakan bahasa Inggris yang tidak begitu aku pahami. Membaca saja susah apalagi berbicara. Ipk semester 1 sekitar 2.80, dimana itu termasuk rendah sehingga aku tidak dapat mengambil sks maksimal. Semester awal aku sering mual mual setiap pagi dan menangis tanpa sebab setiap malam. Juga, aku menjadi introvert, sangat berkebalikan dengan sifat asliku. Semester 1 aku sudah mengikuti ukm Inkai. Di situ aku bisa menyegarkan pikiran. Sepulangnya, aku bisa belajar materi yang aku rasa sulit. Semester 2, aku masih belum bisa mendapatkan ipk 3.00. Aku mencoba belajar dengan strategi baru, yaitu dengan pergi ke kedai kopi. Tentunya sendirian karena aku masih belum bisa menyesuaikan. Sebenarnya banyak teman yang akrab denganku dari awal awal kuliah, tapi akulah yang menutup diri. Sampai saat itu ada beberapa teman yang benar benar tulus menarikku untuk bersosial dan membantuku dalam perkuliahan. Akhirnya aku mulai mendaftar kepanitiaan untuk pertama kalinya dan itu sangat mengubah diriku. Semester 3 aku sudah bisa bersosial, mempunyai gang, penampilan yang berbeda, dan mulai bisa mengikuti matkul. Sampai semester 4, aku merasa kemampuanku belum terlalu berkembang, masih merasa kesulitan dsb. Sampai sampai aku meminta pindah jurusan kepada orang tuaku. Tentu saja temanku menyemangatiku dan membantuku, mereka orang orang yang baik. Saat itu aku sering sekali melihat video bahasa Inggris, menulis diary dengan bahasa Inggris, bangun tengah malam untuk belajar grammar dsb sampai aku merasa sudah bisa mengikuti matkul. Semester berikut berikutnya, aku sudah kuat untuk menghadapinya tanpa rasa mual. Walaupun kadang ada kegagalan atau kekecewaan, sampai aku harus mengulang beberapa matkul dengan adek tingkat. Sempat dikira maba, digoda maba sampai dicuekin pun pernah. Akhirnya Ipk sudah stabil baik. Dari terkena gangguan psikologis sampai menjadi bar bar, puji Tuhan aku bisa lulus. Aku lulus di semester 9. Semuanya baik baik saja tentunya dengan bantuan teman temanku. Kalian yang merasa salah jurusan, sebenarnya kalian tidak salah. Kalian perlu usaha karena sebenarnya banyak orang orang yang membantu kalian. Aku percaya bahwa lebih banyak orang baik daripada orang jahat di dunia ini. Semangat semuanyaa :)

Rabu, 29 April 2020

22.04 0 Comments
Kapan kita menikah :3 ?

Menikah berarti kita sudah berada di dermaga cinta yang akan siap mengarungi lautan yang penuh rintangan. Hanya cinta yang sungguh sungguh yang bisa melaluinya. Membicarakan tentang pernikahan, kapan kamu akan menikah? Aku sendiri belum begitu merencanakan. Kalau dibilang kapan, mungkin ketika aku sudah berumur 26/27 th. Beberapa teman pernah bilang padaku, katanya terlalu lama menikah diumur itu. Ahh itukan kata orang. Tahun ini umurku 23 th, apakah 3 atau 4 tahun lagi aku sudah siap dalam ekonomi ataupun mental? Rencana Tuhan siapa yang tau? 

Fyi, aku mempunyai geng yang terbentuk sewaktu SMA. Kita berjumlah 8 orang yang mana perempuan semua. Dua diantaranya sudah menikah (yang satu sudah punya anak, yang satu baru saja menikah sebulan yang lalu). Dua lagi sedang merencanakan pertunangan. Sisanya sedang survive dalam kehidupan, termasuk aku. Aku juga mempunyai sahabat laki laki yang sekarang sedang bekerja di luar kota. Waktu itu dia bilang akan berencana menikah tahun depan. Namun sayang sekali, cintanya kandas ketika sebelum sempat melamar pujaan hati. Semoga dia segera bangkit untuk mencari pasangannya yaa. Selain dia, aku juga punya sahabat laki laki yang lumayan genit. Namun jangan salah, dia sudah berpacaran dengan pasangannya selama kurang lebih satu windu. Gila luar biasa lamanya kan sudah seperti lagunya Tulus, tapi mereka belum juga menikah. Ngomong ngomong tentang pacaran yang lama, saudaraku juga pernah mengalaminya. Dia sudah kenal pacarnya sejak semester 1 di perkuliahan. Sudah 5 tahun berpacaran, akhirnya mereka putus. Sebuah perjalanan yang menguras tenaga bukan? Setelahnya saudaraku memutuskan untuk menikah dengan temannya sewaktu SMP setelah ksbb dan tentunya karena rencana Tuhan. Sudah capek membaca kisah yang melelahkan? Haha aku juga punya sebuah cerita pernikahan yang sepertinya dengan 3 kalimat saja bisa langsung selesai. Tetanggaku (cowo) adalah orang yang sangat pemberani. Suatu hari ketika pulang kerja, dia bertemu tetangga depan rumahku (cewe) dan menawarkan tumpangan untuk pulang. Di perjalanan pulang itu, dia langsung melamar si cewe untuk dijadikan istri. Langsung tanpa fafifu si cewe pun menerima lamaran tersebut. Selang beberapa bulan, mereka pun menikah. Bahkan sampai sekarang, cinta mereka tetap langgeng. Tanpa kalian sadari, ternyata butuh 5 kalimat untuk menceritakan perjalanan cinta mereka hehe.


Oh iya awalnya aku malas menikah karena aku pikir akan rumit. Namun, ibuku bilang, pasti akan sangat membahagiakan hidup dalam keluarga baru, bersama orang yang dicintai dan pastinya juga mencintai kita. Apalagi ditambah beberapa anak pasti sangatlah seru. Berdoa dan berusaha, kelak pasti akan ada waktunya. Dalam proses pernikahan ada yang disebut pacaran. Pacaran itu bukanlah ajang gengsi untuk dikejar ataupun mengejar ngejar (berarti berlebihan) pasangan tapi, untuk mempertahankan dan memberi kenyamanan. Sampai sekarang aku belum menemukan yang benar benar pas, karena tidak ada manusia sempurna. Aku hanya sedang bersyukur untuk apa yang aku miliki. 

Sabtu, 25 April 2020

The Mother of Nature

07.28 0 Comments

The Mother of Nature

What are you doing if you are bored? Because of happiness is not come in every day or in even every second. As a human being, sometimes we are in the top of sadness or boringness. Every person has their own way to refresh their mind or how to be happy.  Here, I have special activity which usually I do to throw my bad feelings away. Enjoying the scenery is the answer for me. I like going to the hill, beach, river or garden to enjoy the view of natural scenery. Enjoying the natural scenery is better than watching a movie. It doesn’t hurt my eyes although I see for a long time. Then, enjoying the natural scenery is good to overcome my bad feelings because it can entertain me when I was stress. It’s not only entertaining, but also healing.
One of my lecturers said that there is no one who can heal your sadness except the mother of nature which helps your mind thinks clearly. Nature has a power of healing; my sadness, wariness, emotion and others of bad feeling. Just start from sitting and watching the view. Your mind will talk to you just about the positive side. Your soul will be as strong as your back bone. Here, when the mother of nature is hugging you, you can cry, scream, and tell about everything which is stuck in your head badly. All of problems that you have will be solved by the mother of nature.
To get the good view, usually I go to the hill or to the beach with my friends. Actually it’s good to go by yourself, but we need to be careful. Furthermore, as a women it’s better for you to hang out together with your friends to avoid something bad happened. Imagine that one day you went to the hill to refresh your mind, but you went by yourself. Suddenly, the tire of your motorcycle leaked because of the route was bad. So, you needed to find someone else to help you. In this case, a man is needed for helping on your problem. It’s because a man is physically stronger than a woman. Another problem is the man who wants to robe or to rape the woman. Vice versa, the man can be the enemy for the woman. Because of they feel stronger than women, men are not afraid to do something dangerous and their target are the women.
 According to Miller AE, et al (1993) the upper body strength of the men are more than the women. It’s proofed by the data that he got; the data suggest that the greater strength of the men was due primarily to large fibers. The point is the men have bigger muscle than the women, so that the men are stronger than the women. So, it’s better to hang out with your friends.
Let’s get back to the main topic, enjoying the nature scenery is not only good for our mental but, also has a role for our social media. We can take pictures with a great scenery background. Then, you can upload it on your social media and you can caption it with moral value that already you get or learn from your problem, for example; “The beauty dew in the morning is always gives the best atmosphere for us to have a good conversation”. It will boost your post become a trending topic. Unfortunately, nowadays the people awareness to conserve the nature is decrease. Many people don’t care how to love the nature. It’s looked from several green places in Yogyakarta become hill of trash scenery. One of those places is Piyungan. If you have the same hobby with me, let us together take care our nature from the small thing, such as planting flowers, chili, watering plants, use your reusable bottle.

The Empty Building

07.21 0 Comments

The Empty Houses

Not only a few of Indonesians who don’t have a proper house. In Yogyakarta, the place where I live, there are several people who sleep inside the cart because they are homeless. Sometimes they sleep at the overhang of the store, but where can they stay if they don't have a home? While on the other hand, many people left their homes or buildings to be left neglected.
When I tried to find a new boarding house in Yogyakarta, I saw many houses or buildings that had been left but still standing. There are many houses that are not habitable and some are still in good condition. The empty houses which have good condition are commonly left by the owner so that look spooky and empty. However, buildings that have been neglected and are not habitable, usually the owner has a new house and no one takes care of the old house. In fact, the building will break on its own.
Indeed in Indonesia, every person who has a house is obliged to pay land and building taxes. However, the authorities pay little attention to whether the building is still habitable or not. Supposedly, if there is a house which is not inhabited or has been left, it is better to demolish the building because the empty house may give bad impacts in the surrounding. The following is the impact of the existence of empty and neglected buildings:

1. The building can collapse on its own
Old buildings will be dangerous for the surrounding environment, because the building's physical condition starts to become fragile. At times the building could collapse on its own. In fact, the building could collapse about the surrounding houses. It can also be about people around the house.
2. Buildings can be used as a place of crime
Empty buildings are very likely to be used as a place to commit crimes because they are very quiet and not so much noticed around. Many incidents such as murder, robbery, confinement, and rape are carried out in empty buildings. Maybe it can also be used for drug transactions.
3. Goods inside the building can be stolen
If a house is abandoned without carrying goods, it will cause the thief's desire to enter and steal the goods. This happened in April 2019 in the Mataram sewer area where I live. When my friend left, he did not bring his belongings or rent his house, so the thief entered and stole a TV.
4. Buildings can be a nest of dangerous wild animals
Builds that have long been neglected, will be overgrown with many plants and look very lush. This attracts wild animals to enter inside, such as snakes, monitor lizards, and dengue fever mosquitoes. These animal animals endanger the surrounding environment if they bite people who live around.
It must be a lot of reason behind that phenomenon which is happened in Yogyakarta. To find out the reasons, the writer already interviewed six Javanese people who are living in Yogyakarta to get the valid data. Four of them said that they want to have the new home separated from their parents. They want to learn how to build their new family without depending on their parents. Trying to solve the problems with the new family is good for the new couple. The new couple will grow mature and develop together in the new family without a lot of parents’ intercession. In some cases, if there is more than one family live together in a house, they will talk behind their back. It makes the new family members don’t feel comfortable. Then, the participants also said that living with the new family in a new home it proofs that they are already success. One of the participants said that she wants to live with her mom letter because her mom is a single mother. So, she wants to take care of her mother. Another one, she also wants to lie with her parents because she wants to take care of them in the future when they are getting old and need someone to depend on.  
Moreover, to minimize the increase of empty houses, as the new couple should be open-minded and pay attention to the future plan. They should think about where they want to live, with whom they want to live, and don’t forget to think about their parents. Don’t let your house become empty and useless because there are many people need places to live in.
Actually, my family also has two empty houses that are not inhabited. Both of those belong to my grandparents. The children decided to live with their own family, that’s why the houses are empty after my grandparents passed away. So, to make sure there is nothing bad happens in those houses we visit the house every week. If you don't have time to visit it, it's better to pay someone to take care of the house so that the four bad things above happen. Another way, you might rent your house to others who don’t have a home because a lot of people outside who need a home to take shelter, but they don’t have. Don’t leave your house in an empty condition because a house also needs to be taken care of. One small cat changes coming home to an empty house to coming home –Pam Brown-

Sabtu, 17 Desember 2016

Cakra Cinta (chapter 1)

06.03 0 Comments
CAKRA CINTA

                Hai, nama aku Linsi. Aku orangnya alim, gak suka neko neko, dan selalu nurut sama orang tua. Temen temen sering ngatain aku kuper. Kadang aku sebel juga digituin, sampai suatu saat aku kenal sama si Indah. Dia temen satu kosku. Baru satu minggu dia menempati kamar yang tepat berada di depan kamarku. Orangnya asik dan mudah bergaul. Aku pengen berguru sama dia biar jadi anak hitz. Aku pengen ngubah hidup gue mulai dari sekarang. Hari ini aku ngobrol di kamar Indah sambil numpang nonton tv. Ngapain susah susah beli tv, jika tv tetangga masih mampu menghibur.
“In, kamu sering main keluar ya?”
“Iya. Soalnya kalo di kos terus bosen. Emang kenapa?”
“Gak papa. Kamu biasa main dimana?”
“Ya dimana aja asal bias menghibur gue”
“Kapan kapan ajak aku dong. Bolehkan ikut?”
“Haha…iya. Kamu udah pernah keluar malem?”
“Udah sih, tapi jarang. Keluarnya paling juga cuma di café sebelah.”
“Oh, tempat ngopi itu ya?”
“Iya.”
                Tring……tring…
Terdengar suara handphone Indah berdering, aku pun langsung pamit balik ke kamar kosku yang sempit. Aku menghempaskan tubuhku ke springbad warna biru yang berada di pojok ruang. Aku mencoba meregangkan otot ototku yang pegal akibat lama duduk di lantai. Sejeneak, aku teringat untuk pergi membeli kado ulang tahun untuk kaka sepupuku. Badanku serasa enggan untuk bergegas keluar. Aku mengirim pesan kepada Indah untuk menemaniku membeli kado besok siang. Sambil menunggu sms dari Indah, kuhabiskan seperempat hariku untuk tidur di kasur ini.
Hari ini memang hari yang melelahkan. Aku baru saja selesai ujian akhir dan mulai takut akan hasilnya. Aku bukan orang yang pintar, oleh karena itu aku menutupi kekuranganku dengan rajin mengerjakan tugas dan belajar. Kadang walaupun aku sudah belajar mati matian, aku mendapt nilai yang kurang memuaskan. Hal yang menyakitkan bukan?? Sebenarnya, aku juga tidak tau mengapa aku memilih jurusan ini. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Tinggal bagaimana aku memanfaatkannya saja. Sebenarnya aku inggin menjadi pelukis yang bisa mengekspresikan emosi dan pikiranku menjadi sebuah karya seni. Orangtuaku menginginkan aku kuliah dijurusan yang sudah jelas pekerjaannya. Seperti menjadi guru yang akan bekerja di sekolahan. Ibu menginginkanku untuk menjadi guru SD. Tapi, aku tidak terlalu suka dengan anak kecil karena aku tidak mempunyai adik kandung ataupun sepupu. Pada akhirnya aku memilih jurusan pendidikan bahasa Inggris. Lucu memang, tapi keadaan membuatku terperangkap disitu. Jurusanku sangat bergengsi dan mahal.
Indah belum juga membalas sms dariku. Pintunya juga terkunci rapat bahkan tidak ada suara tv ataupun kipas sama sekali. Sudah dua hani ini aku tidak melihat Indah. Aku berpikir dalam benakku, apakah benar apa yang dikata orang tentang Indah?
Tok tok…
Ada seseorang yang mengetuk pintu kamar kosku. Ternyata orang itu adalah Kak Agnes. Ia ingin minta tolong kepadaku untuk menemaninya mencetak buku barunya dipercetakan. Kak Agnes adalah seorang penulis yang baru merintih karirnya baru baru ini. Dia sangat lembut dan asyik buat diajak bercanda. Oleh karena itu aku senang pergi dengannya. Berhubung Indah juga belum membalas smsku, aku meminta tolong kak Agnes untuk mampir ke toko pernak pernik seusai ke percetakan. Aku ingin sekalian membeli kado untuk kak Sela.
Langit mulai tampak kemerah merahan. Aku sudah mandi setelah berpanas panasan mengantar kak Agnes ke percetakan. Saat aku berjalan menuju lorong kamarku, pintu Indah tampak terbuka lebar. Sehingga cahaya lampunya yang terang menyinari rak sepatuku. Aku hendak mampir ke kamarnya dan memarahinya karena tidak membalas smsku. Tapi tubuhku enggan untuk berhenti di kamarnya, aku berlalu dan membuka pintu kamarku. Seketika itu juga Indah memanggilku.
“ Linsi”
“ Iya. Ada apa?”
 “ Sorry aku gak sempat balas smsmu. Aku sedang trip dengan gengku.”
“Oh. Gak papa, aku juga udah beli kadonya kok.”
“Hmm…sebagai gantinya aku ajak kamu main keluar sekarang.”
“ Sekarang? Gak ah aku capek.”
“ Udah ayok. Kamu aku dandanin ya”
“Apasih pake dandan segala?”
“Udah ayo sini!”
Indah menarik tanganku masuk ke kamar kosnya yang berantakan dan sedikit pengap itu. Tiba tiba dia menyopot bajuku. Kemudian mengulungkan dress yang bagus dan elegan untuk kupakai. Dan entah apa yang ia lakukan pada wajah dan rambutku dengan waktu yang lama. Akhirnya aku melihat ke kaca dan aku bisa melihat betapa cantiknya diriku.
“Wah In, kamu hebat bisa me-make over-ku menjadi cantik. Tapi, bukankah dressnya kependekan ya. ”
“ Ih, kamu mah norak. Biasa aja kali. Udah yuk pergi.”
“Eh, aku gak mau. Aku malu, aku belum pernah berdandan seperti ini.”
Bukan Indah namanya kalo tidak memaksa sampai seperti ini. Aku jadi pergi dengannya malam ini. Aku belum penah datang ke sini sebelumnya. Aku suka dengan warna yang seperti fatamorgana terlihat di pintunya. Setelah kami masuk, aku baru sadar bahwa itu diskotik. Aku sangat takut dan mengajak Indah pulang. Tapi ia terus menarik tanganku masuk ke dalam kerumunan. Mengajakku bertemu dengan teman temannya dan memperkenalkan aku. Mereka keren tapi menakutkan bagiku. Aku hanya ingin duduk dan melihat mereka berjoget tak karuan karena mabuk. Tapi aku mulai tertarik ingin mengikuti mereka berjoget. Baru beranjak dari tempat duduk, aku melihat seorang lelaki yang sepertinya mengawasiku. Aku memberanikan diri untuk menatapnya sambil siap siap menonjoknya. Setengah mati aku terperanjat, ternyata dia adalah kak Tara.
“ Astaga! Kampret!”
“ Heh, anak holy dilarang kesini. Ngapain kamu kesini hayo?”
“ Ehh…nemenin Indah, temenku. Kak, jangan bilang kakek ataupun orangtuaku ya..aku mohon,” dengan muka melas aku menatapnya.
“ Hmm..iya iya. Tapi kamu juga jangan kasih tau aku masih pacaran sama si Vio”
“ Haha… oke oke”
“ Kamu jangan kemana mana. Duduk yang manis disini  aja. Kalo lo berani ikut minum ataupun joget, gue ketekin sampai pingsan”
“ Iya iya”
Kak tara pun bergabung dengan teman temanya. Aku menunggu di sofa coklat yang terletak disudut café. Entah kenapa aku tidak melihat Indah lagi. Suasana semakin riuh, terlarut dalam euphoria. Tiba tiba ada sesosok yang memeluku erat dan seketika mencium pipiku. Aku sangat kaget, karena aku tidak mengenal laki laki yang  telah memeluk dan menciumku. Disaat aku berusaha melepaskan pelukan yang sangat erat itu, tiba tiba Kak Tara datang dan memukul laki laki itu. Akhirnya terjadilah keributan, dan kita diusir oleh bodyguard. Ka Tara marah marah gak jelas.
“Sial!! Kenapa bisa jadi begini sih?,” umpat kak Tara.
“Sebenarnya ada apa sih?,” Tanya kak Vio.
“Nanti gue ceritain. Sekarang yang penting kita pulang aja nenangin pikiran,” Ujar kak Tara.
“Lah terus aku pulang sama siapa? Temenku gak bisa dihubungi,” kataku.
“Tunggu, gue panggilin si curut,” ujar kak Tara.
Kak Tara menghampiri seseorang yang ada di dalam mobil xx dan berbicara agak kolot. Kemudian Kak Tara seperti ingin memukul orang itu. Aku pun memanggilnya untuk memperingatkan dia berbuat kasar. Akhirnya orang yang ada di dalam mobil itu keluar, dan ternyata dia adalah orang yang melecehkanku tadi. Dia melihat ke arahku dan berjalan kemari bersama Kak Tara.
“Linsi, dia sebenarnya temen gue namanya Alex. Dia yang akan mengantar lo pulang. Sorry gue gak bisa nganter lo pulang, soalnya gue pulang sama Vio pake motor.”
“Apa? Aku tidak mau”
“Please sekali ini saja. Jangan kawatir, dia tidak akan berani menyentuhmu lagi.”
Setelah aku pikir-pikir, aku memang harus pulang bersama orang kurang hajar ini karena akan lebih berbahaya jika aku menunggu taksi sendiri.
“ Oke. Aku mau, tapi aku duduk di belakang.”
Selama di perjalanan tak ada satu kata pun yang terucap dari bibir kami. Suasananya sangat dingin, terlebih kami begitu canggung untuk bertatap muka. Hingga sampailah kami di depan kosku. Karena memamang sudah larut malam, suasa kos menjadi sepi dan gerbang pun sudah dikunci. Aku mencari kunci gerbang yang kuberi gantungan donat dari kain flannel di dalam tasku. Tetapi kunci itu sepertinya tidak ada dalam tas lalu kucoba merogoh kantunggku, tetap saja tidak kutemukan.
“Jangan bilang kamu lupa menaruh kunci kosmu,” kata Alex dengan muka menyebalkan.
“Ah tunggu sebentar, akan kucari lagi pasti ketemu.”
“Sudah belum?”
“Aku akan mengetuk jendela temanku dulu ya, tunggu jangan pergi dulu.”
Aku telah mengetuk ke semua jendela kamar temanku, tapi tidak satupun dari mereka yang menjawab. Mungkin karena hari libur, sebagian dari mereka menginap dirumah temannya atau pulang kerumah. Aku ingin sekali membunyikan bel kos, tapi tidak enak dengan bapak kos karena aku tidak ingin mengganggu tidurnya. Kemudian aku menelepon teman akrabku, Riri. Tetapi, dia juga tidak mengangkatnya. Berhubung aku ini orang yang kuper, jadi aku tidak punya banyak teman.  Aku pun kembali masuk ke dalam mobil dengan muka ditekuk.
“Sorry, semua temenku gak ada yang bisa dihubungi. Mungkin mereka sudah tidur. Hmm aku mau minta tolong ke kamu untuk mengantarku ke kos kak Tara,” pintaku dengan muka memelas.
“(sigh) telfon dulu dia, jangan jangan dia gak pulang ke kos”
“Oh, begitu ya. Oke”
Akhirnya aku menelfon kak Tara. Panggilan pertama tidaklah diangkatnya. Kemudian aku menelfon lagi, dan akhirnya di angakat.
“Hallo kak, kamu di kos kan? Aku kesana ya?”
“Hmm.. in i si ap a a ya?”
“Loh, kamu yang siapa kok cewek sih? Suaranya putus putus nih. Mana kak Taranya?”
“Ah h so r ry ini lagi ii di pa an tai…”
Aku langsung mengakhiri panggilan dan marah marah tidak jelas. Aku tidak tahu harus berbuat apa dan tidur dimana. Aku juga tidak enak dengan Alex yang sudah menunggu terlalu lama.
“Kak Tara masih belum di kos, dia malah ke pantai sama pacarnya. Aku gak tau mau kemana lagi, tapi kalo kamu mau pulang, pulanglah. Makasih sudah mengantarku sampai kos.”
Saat aku mau membuka pintu mobil dan keluar, tiba tiba Alex menancap gas mobinya. Aku sangat kaget. Aku juga sangat takut jika dia marah.
“Sorry banget ya, kamu gak marah kan?”
“Diamnlah”
“Ehm,,..sorry kita mau kemana ya?”
“Diamlah”
Aku hanya bisa diam dan bersiap siap mengepal tangan jika dia berani menyentuhku lagi. Dalm ahti aku hanya bisa berdoa, semoga tidak ada hal buruk yang menimpaku. Hingga sampailah di pelataran sebuah rumah yang besar tetapi agak kuno. Alex pun menyuruhku untuk turun.
“Dimana ini?”
“Rumahku.”
“Hah? Aku tidak enak dengan orang tuamu jika aku menginap di sini.”
“Mereka sudah tidak ada.”
“Oh Tuhan, maaf”
Alex pun mengajakku untuk masuk ke dalam rumahnya. Suasananya begitu tenang dan cahaya lampu yang memancar ke seluruh ruangan membuat rumah ini terlihat sangat terang dan luas. Alex mempersilahkanku duduk sembari membuat teh. Aku pun duduk di sofa coklat di depan tv. Tak lama kemudian Alex duduk disebelahku dan memberiku secangkir teh hangat.
“Silahkan diminum dulu.”
“oh.. iya terimakasih.”
“Hmm.. sorry ya soal tadi di club. Aku kira kamu temanku. Habisnya kalian sama sama kecil dan   imut”
“Oh..benar begitu? Baiklah aku maafkan.”
“(senyum) eh, kamu tidur di kamarku dulu ya, soalnya kamar tamu dikunci. Kasihan Pak Mun kalau aku harus membangunkan malam malam begini.”
“Pak Mun?”
“Pak Mun itu yang bawa kunci ruangan ruangan di rumah.”
“Oh, iya aku akan tidur di kamarmu. Tolong anterin ya.”
“Oke.”
Kamar Alex terletak di lantai dua tepat di dekat tangga. Saat aku buka kamarnya, tak kusangka kamarnya tertata rapi. Mungkin karena semua perabotannya terbuat dari kayu sehingga aromanya seperti kayu cendana. Di dinding yang berwarna putih tergantung lukisan lukisan Conan. Eh, tunggu…Conan? Ya itu benar benar Conan. Ternyata Alex childish juga orangnya. Setelah menyeruput secangkir teh, aku merasa ngantuk. Aku pun mengunci pintunya rapat rapat. Kamar Alex yang nyaman membuatku terlelap.
Jam menunjukkan pukul tiga pagi, aku merasa ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil. Tapi aku tidak tahu letak kamar mandinya dimana. Aku memberanikan diri untuk menuruni tangga, dengan berlahan lahan aku sampai di lantai bawah. Alex tertidur pulas di sofa di depan tv. Saat aku ingin mendekatinya, aku melihat sebuah kamar mandi di sudut ruangan. Dengan cepat aku masuk ke kamar mandi. Sat aku kembali, aku merasa iba dengan Alex yang hanya tidur di sofa karena aku memakai kamarnya. Aku kembali ke kamar dan mengambil sebuah selimut. Kemudian kuselimutkan ke kakinya yang panjang itu, lalu aku cepat cepat kembali ke kamar.
Matahari sudah mulai terik, aku mulai beranjak dari kasur yang lembut ini. Rasanya masih ingin tidur, tapi ini bukanlah rumahku dimana aku bisa seenaknya sendiri. Setelah kurapikan kasurnya, aku menuju dapur untuk minum. Tenggorokanku terasa kering dan dahaga. Aku berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga. Mataku memandang sofa yang ada di depan tv, namun Alex sudah tidak ada di situ. Ketika aku mau menengok ke belakang, tiba tiba ada wanita separuh baya dengan baju bunga bunga muncul di belakangku. dengan membawa segelas susu cokelat.
“Astaga,” umpatku dengan muka terperanjat.
“Ealah Gusti, eh maaf mbak saya malah ikut kaget,” jawabnya dengan suara bergetar karena tertawa.
“Haha.. iya tidak apa apa.”
“Oh iya sini duduk dulu terus diminum susunya, thole yang suruh mamak buat susu. Ayo diminum.”
“ Ah iya terimakasih.”
“Mamak ke dapur dulu ya masak buat sarapan.”
“Oh iya, silahkan.”
Mamak masuk ke pintu samping dengan membawa serbet di bahunya. Aku di sini menghadap segelas susu cokelat yang sebenarnya tidak aku sukai. Namun untuk menghargai Mamak yang sudah membuatkannya, aku harus menghabiskannya. Setelah dengan susah payah aku menghabiskannya, aku berjalan menuju ruangan dimana Mamak telah berjalan tadi. Ternyata ini adalah jalan menuju ke dapur. Aku melihat Mamak sedang mengupas bawang ditemani seorang bapak bapak yang sedang minum kopi di meja sebelahnya. Aku pun masuk ke dapur untuk mencuci gelas susu.
“Permisi, tempat untuk mencuci gelas dimana ya?”
“Di situ,” kata bapak bapak yang sedang minum kopi sambil menunjuk ke sudut dapur.
“Eh Bapak ini loh. Taruh meja saja nak nanti biar Mamak yang mencucinya,” jawab Mamak sambil mencubit lengan Bapak”
“Tidak apa apa Mak, sekalian saya bantu memasak ya. Tapi saya bisanya Cuma ngupas sama motong motong,” jawabku sambil nyengir.
“Halah halah, pintarnya,” jawab Bapak.
“Ya sudah, habis mencuci gelasnya nanti tolong bantu Mamak melanjutkan mengupas bawang ya.”
“Iya Mak. Oh iya ngomong ngomong Alex kemana Mak?”
“Oh thole lagi lari pagi biasanya.”
“Wah rajin juga ya olahraga. Oh iya kenapa Mamak memamnggil Alex ‘thole’?”
“Oh karena sejak dulu sebelum orangtuanya nak Alex meninggal, saya sudah bekerja di sini. Membantu memasak dan membersihkan rumah.”
“Kemarin Alex juga sempat bilang padaku kalau orangtuanya sudah meninggal. Tapi aku tidak berani bertanya.”
“Dulu ketika nak Alex dan nak
Ting tong…
Terdengar suara bel berbunyi. Bapak pun menuju ke depan untuk membukakan pintu. Kemudian Bapak kembali lagi ke dapur dan mengtakan kak Tara menjemputku. Oh iya, aku hamper lupa kalau tadi malam aku sudah sms kak Tara untuk menjemputku. Aku pun berpamitan dengan Mamak dan Bapak.
“Mak, Pak, saya pulang dulu ya.”
“Oh iya, sini Pak Mus antarkan,” jawab Bapak.
Oh ternyata Bapak ini namanya Pak Mus. Berarti beliau yang bertugas membawa kunci rumah ini.
“Eh tidak menunggu masakannya matang? Nanti kita sarapan bersama. Pasti nanti thole juga sudah pulang,” kata Mamak.
“Tidak Mak, lain kali saja. Terimakasih,” jawabku dengan sopan.
“Ya sudah hati hati ya,”kata Mamak.
Pak Mus mengantarku ke depan menemui kak Tara. Kami pun berpamitan untuk pulang.
Semenjak hari itu terjadi, aku menjadi sering hang out bersama kak Tara, Alex dan teman temannya. Ternyata mereka seru seru orangnya. Hari hariku menjadi lebih berwarna semenjak adanya mereka. Temanku bertambah banyak ketika aku membuka diriku untuk berteman dengan siapa saja. Tidak hanya Alex yang menjadi baik kepadaku, tetapi Erza, Kevin, Nowel, Jeni, Rena dan masih banyak lagi.






-Chapter 1 End-

Jumat, 26 Juni 2015

Si Kuning, Panjang, Bermata Banyak

21.05 0 Comments

Hello everyone. Saya baru sadar kalau sepinggir jalan Parangtritis itu banyak sekali warung bakso. Sebutannya saja yang beda, ada bakso gajah, bakso bola dunia, sampai bakso setan. Mungkin tidak hanya di daerahku saja, tapi daerah kalian juga. Tapi bagaimana cara mengetahui bakso yang sehat tanpa formalin ataupun borak? Beberapa minggu yang lalu, saya tidak sengaja menonton salah satu stasiun tv lokal. Di dalam bincang bincang yang membahas banyak sekali makanan, saya mendengar trik cara mengetahui bakso yang mengandung bahan berbahaya. tidak perlu susah susah ke laboratorium. Cukup membawa kunyit/kunir. Pasti kalian tahu bumbu masak yang berwarna kuning itu kan? Caranya mudah sekali: ambil tusuk gigi yang biasanya tersedia di meja, kemudian tusukkan pada kunyit yang kalian bawa. Tentunya tusuk gigi tersebut akan berwarna kuning. Lalu, tusukkan ke bakso yang akan anda makan. Jika warnanya berubah kemerah merahan-merah-merah kecoklatan, berarti bakso tersebut positif mengandung borak ataupun formalin. Saya kurang tahu zat apa yang terkandung dalam kunyit sehingga bisa mengetahui bakso itu mengandung borak ataupun formalin. Kemudian saya mencoba pada bakso seribuan yang dibeli di pasar oleh ibu saya. Dan hasilnya, warna tusuk gigi itu berubah menjadi kemerah merahan. Kemudian saya berikan kepada anjing kecil peliharaan saya tetapi, si anjing tidak mau memakan bakso itu. Sekian info dari saya. Thanks for your atention.

Followers

Search This Blog

Translate