RAZIA PEMBAWA BERKAH
Kejadian
razia di sekolah tadi pagi, membuatku takut memakai si Ray yaitu sepatuku yang
warna abu-abu dominan hitam. Si Ray yang sempat disita oleh Bapak Guru, membuatku
cemas. Untung aja aku nggak ikut dipanas-panasin.
Sepulang
sekolah aku menceritakan semua kejadian itu kepada Bapak.
“Pak,,tadi sepatuku disita. Katanya sih nggak boleh pake
sepatu kaya gini”.
“Ya udah nanti Bapak antar ke jalan Mataram. Kamu siap-siap
dulu sana,”kata Bapak.
Setelah siap,kami langsung cap cuz ke jalan Mataram,Jogja. Waktu
lampu merah aku melihat mas-mas pake rompi ungu,helm ungu,celana pencil warna
putih,sepatu Hip-Hop warna ungu terus motornya Satria. Badannya putih, berisi
lagi…pokoknya keren deh.
“Pak,lihat deh orang yang di samping
kiri kita,kerenkan kayak artis Korea ya..he he..”kataku sambil sembrono.
Eh si Bapak malah diem aja, gak
ngrespon amat deh. Tapi nggak papalah yang penting bisa ketemu sama mas itu di
beberapa kali lampu merah.
Setelah
melalui perjalanan panjang,kami sampai juga di jalan Mataram. Setelah turun
dari motor,dengan gesitnya aku mondar-mandir memilih calon sepatu yang memenuhi
syarat dan kriteria. Di toko Yoel Shoes kutemukan sepatu hitam polos yang kini
kuberi nama Blicky. Masalah sepatu udah kelar,tinggal kaos kakinya. Ku hampiri
toko kaos kaki di sebelah. Harga @kaos kaki Rp 5.000,00. Aku membeli 2 pasang
kaos kaki. Tapi,waktu membayar..aku keliru ambil uang yang Rp 5.000,00-an.
“Eh..bentar
buk,keliru”kataku.
"Iya si embak ini,orang satu aja harganya Rp5.000,00,”kata
pedagang agak judes.
Aku hanya bisa tercengir malu.
Selesai
berbelanja,kami tidaklah langsung pulang,melainkan mampir dulu ke pasar Burung.
Ternyata tidak hanya burung aja yang dijual di sana. Ada
ayam,anjing,ular,monyet ,kura-kura, dll. Setelah berkeliling di pasar itu dan
tidak tahan baunya, kami langsung meluncur pulang. Sesampainya di rumah, tidak
terasa hari sudah petang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar